Pengetahuan Sains Sekolah Dasar - Elementary Science

Sebuah Pengetahuan Dasar Tentang Lingkungan, Tanaman dan Hewan untuk Anak Sekolah Dasar

4/21/2009

KATAK DAN KODOK

Disadur dari Pustaka Dasar, Gramedia 1979

HEWAN AMFIBI

Katak dan kodok adalah hewan amfibi. Amfibi adalah hewan yang dapat di darat maupun di dalam air.

Pada umumnya katak hidup di tempat yang basah, kulitnya licin dan berlendir.
Ini gambar katak yang hidup
di paya-paya. Katak ini dapat dimakan.








Ada juga kodok yang tinggal ditempat yang kering
Kulitnya kasar dan benjol-benjol. Seluruh
Tubuhnya berbintil-bintil.

Ini gambar bangkong, matanya besar dan lebar.
Bangkong menggali lubang di dalam tanah,
dan seharian tinggal didalamnya. Malam
hari, barulah dia keluar. Bangkong tidak dapat melompat seperti Katak, dia hanya merangkak.

Pada musim penghujan, amfibi bertelur. Ini adalah telur katak. Kebanyakan amfibi
bertelur didalam air. Setiap telur terletak dalam bulatan lendir. Katak betina bertelur banyak sekali, bisa beratus-ratus. Beberapa hari kemudian telur itu berubah menjadi kecebong.

Kecebong kecil tidak mempunyai mata. Mereka menggelantung dalam rumput air.


Beberapa hari kemudian barulah mulut mereka terbentuk sehingga mereka dapat memakan serangga-serangga kecil dalam air. Lalu tumbuhlah insang luar. Sementara ia bernafas dengan
insang ini, insang dalam mulai tumbuh. Lama-lama insang luar itu hilang.
Kecebong pandai sekali berenang, beberapa hari kemudian tumbuhlah kaki belakang, dan insangnya berubah menjadi paru-paru, sehingga nantinya dia dapat bernafas di darat.

Hewan amfibi lainnya bukan hanya kodok dan katak saja. Kadal air juga hewan amfibi. Ekornya panjang, sedangkan kodok tidak berekor. Kadal air banyak tinggal di air, dia hanya keluar dari dalam air pada saat musim dingin.


Hewan amfibi yang lainnya adalah salamander. Warna kulitnya kadang-kadang bagus sekali dengan pola yang berwarna-warni.

Salamander ini termasuk salamander api. Dia tinggal di pohon-pohonan, dan kadang bersembunyi di celah balok kayu.





Ada binatang lain bernama Apodan. Dia juga termasuk amfibi. Hewan ini tidak berkaki bentuknya seperti cacing tanah yang besar. Apodan biasanya hidup ditanah
yang lunak dan gembur. Mereka hanya keluar kalau hujan lebat sekali, karena mereka akan
mati terbenam air.

Apodan sering disebut cacing yang buta karena mereka tidak
mempunyai mata.



Amfibi adalah hewan pertama yang hidup didarat. Mula-mula hanya ada ikan yang hidup di dalam air. Kemudian ada jenis ikan yang mulai berkaki dan dapat merangkaTambah Gambark ke darat. Mereka itulah amfibi yang pertama.
Amfibi ini disebut Eryops. Besarnya jauh melebihi amfibi yang hidup sekarang ini. Di samping ini adalah gambar Eryops.



Ada katak yang hidup dipohon, jari-jarinya panjang dan telapak kakinya lengket. Hal ini memudahkan mereka memanjat pohon.

Ini adalah katak pohon yang hidup di Kuba. Suaranya seperti suara orang mendengkur. Katak pohon yang hidup di Eropa sering dipelihara sebagai
binatang kesayangan. Warna kulitnya dapat berubah-rubah.

Kalau udara cerah, warnanya hijau. Kalau udara mendung warnanya kelabu.
Kebanyakan katak pohon berkulit hijau, mereka suka dilihat diantara dedaunan. Ada juga yang bertelur di pohon.

Ada katak yang membuat sarangnya didalam lumpur. Ditengah sarang tersebut terdapat kolam kecil. Sarang itu dibuat dipinggir kolam. Sarang itu melindungi telur katak agar tidak dimakan ikan.

Hewan yang berbahaya sering mempunyai kulit warna-warni. Warana itu merupakan peringatan bagi hewan lain agar tidak menyerang mereka. Kodok berwarna ini mempunyai gigi yang tajam seperti pisau.

Kodok yang disebut Kodok Bisa Panah sangat berbahaya. Orang Amerika Selatan menggunakan bisa kodok itu di ujung panah mereka bila mereka berburu.

Ada juga kodok yang membawa serta telur-telur mereka kemana mereka pergi. Mereka tidak meletakkan telur mereka didalam air seperti kodok yang lain. Kodok-kodok jantan membawa serta telur-telur itu dengan seutas lendir pada kaki belakangnya, Kodok demikian disebut kodok bidan.

Bila kodok suriname bertelur, ia berguling-guling sehingga telur-telur itu merekat pada punggungnya. Kemudian telur-telur itu dibawa sampai waktunya menetas.


Label:

1 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda